Tuhan Yang Maha Esa dan Ketuhanan. Sila pertama ini menunjukkan bahwa rakyat Indonesia memiliki keyakinan yang sangat besar dan dalam terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Sila pertama juga menjelaskan bahwa pada sila pertama meliputi dan menjamin isi sila 2, 3, 4,dan 5 yang artinya segala hal yang berkaiyan dengan pelaksanaan dan penyelenggaraan negara harus dijiwai nilai. 1] Yang mengadili perkara konstitusi pada tingkat pertama dan terakhir,. Segala tindakannya, perbuatannya bersifat Ketuhanan, dan ditujukan semata-mata kepada Tuhan Yang Maha Esa. Keesaan dzat mengandung pengertian bahwa seseorang harus percaya bahwa Allah SWT tidak mengandung unsur-unsur atau bagian-bagian. Dan diberikut ini ialah nilai ideal, instrumental dan praksis dari pancasila yang terdiri dari sila ke 1 (satu) 2 (dua) 3 (tiga) 4 (empat) dan 5 (lima). dengan terbentuknya badan ini, bangsa Indonesia mendapat kesempatan secara legal untuk membicarakan dan mempersiapkan keperluan kemerdekaan Indonesia, anta lain mempersiapkan Undang-Undang Dasar yang berisi antara lain dasar negara, tujuan negara, bentuk negara, dan sistem pemerintahan. Sila pertama dari Pancasila Negara adalah Ketuhanan Yang Maha Esa; Kata Ketuhanan terdiri 'Ke' Tuhan 'an, berarti mengarah ke sifat ke Tuhan an yang dikenal: Maha Esa, Maha Adil, Maha Pengasih, Maha Penyayang, Maha Pengampun dan Maha Bijaksana. Penggunaan awalan ke- dan akhiran –an pada suatu kata dapat merubah makna dari kata itu dan membentuk makna baru. Puji syukur penulis panjatkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas makalah ini yang berjudul “Mewujudkan Kesatuan Sila-sila Pancasila Guna Memperkuat Kesatuan dan Persatuan Bangsa”. Ketumbuhan, banyak yang tumbuh, seperti penyakit campak atau cacar yang tumbuh di badan seseorang. 4) Penerimaan dan pengamalam Pancasila merupakan perwujudan dan upaya umat Islam untuk menjalankan syariat agamanya. Dari bunyi pasal 29 ayat 1 telah di jelaskan bahwa ideologi awal dasar negara indonesia ini adalah Ketuhanan yang Maha Esa, Ini berarti bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang beketuhanan,dan kemerdekaan Indonesia tidak terlepas dari kepercayaan terhadap tuhan yang maha esa. Sehingga aturan yang dipakai adalah aturan manusia. Nama ini terdiri dari dua kata dari Sansekerta: pañca berarti lima dan śīla berarti prinsip atau asas. Semua agama mengajarkan bahwa Tuhan itu Esa (tunggal) yang dalam istilah agama disebut Tauhid; artinga meng-Esakan Tuhan yaitu Allah SWT;. Arti Sila Ketuhanan Yang Maha Esa Pancasila sila pertama yang berbunyi Ketuhanan Yang Maha Esa berarti bahwa negara mengakui adanya Tuhan. Jadi yang ditekankan pada sila pertama dari Pancasila ini adalah sifat-sifat luhur atau mulia, bukan Tuhannya. Menurut buku tersebut, arti kata Tuhan ada hubungannya dengan kata Melayu tuan yang berarti atasan/penguasa/pemilik. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Agama Bandungyang memeriksa dan mengadili perkara pada tingkat banding dalam sidang majelis. ” Ilah yang dituju ayat di atas adalah Allah Swt, yang menurut Ulama’ Ilmu Kalam Ilah di sini bermakna al-Ma’bud, artinya satu-satunya yang diibadati/disembah. Kemudian ditafisirkan lagi menjadi "Menyembah Tuhan yang satu" Makanya kemudian ada orang yg bisa-bisanya bilang: Yangg merasa bertuhankan bukan Tuhan Yang Maha Esa, silahkan OUT dari bumi Nusantara. ketiga dan lain-lain bukan berarti matahari-matahari itu tiba-tiba terjadi dan muncul di angkasa, tetapi matahari. YOGYAKARTA, SERUJI. Dari penjelasan yang disampaikan di atas dapat dikesimpulan bahwa arti dari Ketuhanan Yang Maha Esa bukanlah berarti Tuhan Yang Hanya Satu, bukan mengacu pada suatu individual yang kita sebut Tuhan atau nominalisasi Tuhan sebagai entitas yang terhitung bilangan satu. Atas dasar pemaham teologi itulah pancasila disusun dan tetapkan sebagai falsafah negara. However, in practice it is found their Indonesian citizens who do not believe or embrace a certain religion (atheist). Ideologi komunis dan sekuler menghilangkan pengakuan ketuhanan. Sebab, pengakuan akan keesaan Allah ini merupakan prasyarat bagi seseorang untuk dapat dikatakan sebagai muslim, yaitu seorang yang beragama Islam. Hak Asasi Manusia menurut Sila Ketuhanan Yang Maha Esa Pada sila pertama ini terdapat pengakuan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan menjamin setiap orang untuk melakukan ibadah menurut keyakinannya masing-masing. Kebenaran yang absolute adalah kebenaran yang ada pada Ketuhanan Yang Maha Esa. com) – Ormas Islam Majelis Mujahidin menantang diadakan Debat Intelektual secara terbuka dan konstitusional, terhadap siapa saja yang tidak setuju, khususnya pihak-pihak yang merasa berkeberatan terhadap pernyataan bahwa, “hanya Islam yang memiliki konsep Ketuhanan Yang Maha Esa” sebagaimana dimaksud dalam sila pertama Pancasila, berdasarkan kesepakatan faunding fathers. Sila Ketuhanan yang maha Esa mempunyai makna bahwa segala aspek penyelenggaraan hidup bernegara harus sesuai dengan nilai-nilai yang berasal dari Tuhan. Oleh karena itu, sebagai manusia yang beriman harus taat kepada Tuhan Yang Maha Esa. Tetapi sesungguhnya Ketuhanan Yang Maha Esa berarti Sifat-sifat Luhur atau Mulia Tuhan yang mutlak harus ada. “Yang Maha Esa”, berarti Yang Maha satu atau Yang Maha Tunggal dan tidak ada tara-Nya, tidak ada yang menyamaiNya. “Dengan perasaan yang tenang,” ujarnya kepada hukumonline. Esa dalam dzatnya, budinya, kehendaknya, adanya, adanya adalah hakekatnya Tuhan bukan suatu compositum seperti manusia yang terdiri atas jiwa dan badan, maka tidak ada yang menyamainya. Dari penjelasan yang telah disampaikan di atas dapat di tarik kesimpulan bahwa arti dari Ketuhanan Yang Maha Esa bukanlah berarti Tuhan Yang Hanya Satu, bukan mengacu pada suatu individual yang kita sebut Tuhan yang jumlahnya satu. As discussed in the previous chapter, the idiom Ketuhanan Yang Maha Esa is found chiefly in the Constitutions of 1945 and 1950, as well as serving as the First Principle of Pancasila, the Indonesian state ideology. Jadi berarti sifat-sifat luhur atau mulia Tuhan yang mutlak harus ada. Kemudian ditafisirkan lagi menjadi "Menyembah Tuhan yang satu" Makanya kemudian ada orang yg bisa-bisanya bilang: Yangg merasa bertuhankan bukan Tuhan Yang Maha Esa, silahkan OUT dari bumi Nusantara. Tuhan tuan ialah Tuhan Yang Maha Tiga. Sila Pertama : Ketuhanan Yang Maha Esa. Banyak di antara kita yang salah paham mengartikan makna dari sila pertama ini. Dari penjelasan yang telah disampaikan di atas dapat di tarik kesimpulan bahwa arti dari Ketuhanan Yang Maha Esa bukanlah berarti Tuhan Yang Hanya Satu, bukan mengacu pada suatu individual yang kita sebut Tuhan yang jumlahnya satu. Usul ini disampaikan pada 1 Juni 1945 yang kemudian dikenal sebagai hari lahir Pancasila. Jika Tuhan kita tidak/bukan maha pencipta, lalu siapa yang maha pencipta ? Yang maha pencipta adalah kondisi-kondisi. Apabila unsur ini sudah tidak ada lagi dalam suatu perkawinan, maka dapat dikatakan bahwa sebenarnya perkawinan tersebut sudah rapuh;. Sila ke 1 Ketuhanan Yang Maha Esa Ketuhanan berasal dari kata tuhan yang diberi imbuhan berupa awalan ke- dan akhiran –an. Tag: Sila Ketuhanan Yang Maha Esa. Manusia Indonesia percaya dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. Oleh karena itu, Pancasila sebagai filsafat juga berarti bahwa pancasila mengandung pandangan, nilai, dan pemikiran yang dapat menjadi substansi dan isi pembentukan ideologi Pancasila. Manusia yang beriman adalah manusia yang percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan penuh keyakinan dan tanpa keraguan. Ada dua pertanyaan yang harus Anda jawab, jika kedua pertanyaan tersebut dapat anda jawab berarti anda sudah memahami materi pada modul ini. Segala sesuatu mengenai Tuhan disebut Ketuhanan. PUTUSAN Nomor 77/PUU-IX/2011 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA [1. Oleh sebab itu seseorang manusia merdeka ialah yang ber-ketuhanan Yang Maha Esa. Diharapkan melalui pembahasan sila Ketuhanan Yang Maha Esa ini, akan terwujud generasi-generasi penerus Bangsa Indonesia yang menjunjung nilai-nilai KeTuhanan dan. Manusia Indonesia percaya dan takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. Ketuhanan yang berkebudayaan ; Selanjutnya beliau mengusulkan kelima sila dapat diperas menjadi Tri Sila yaitu Sosio Nasional (Nasionalisme dan Internasionalisme), Sosio Demokrasi (Demokrasi dengan Kesejahteraan Rakyat), Ketuhanan yang Maha Esa. MAKNA SILA KE TUHANAN YANG MAHA ESA 1. Oleh karena itu, manusia Indonesia percaya dan taqwa kepada Tuhan sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. "Lalu, siapa sebenarnya yang lebih cerdas dan menguasai ruang Persidangan ketika merumuskan Sila Pertama itu? Sangat jelas, Bapak-bapak Islam jauh lebih cerdas dari Bapak-bapak Kristen karena kalimat "Ketuhanan Yang Maha Esa" itu identik dengan "Ketuhanan Yang Satu"! kata Maha Esa itu memang harus berarti Satu. Ketuhanan berasal dari kata Tuhan ialah pencipta segala yang ada dan semua makhluk. 1] Yang mengadili perkara konstitusi pada tingkat pertama dan terakhir, menjatuhkan putusan dalam perkara Pengujian -Undang Nomor Undang8 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015. Sila Pertama : Ketuhanan Yang Maha Esa. today 1 Juni, 2017, 11:51 PM Komentar Dinonaktifkan pada Taukah Anda Kenapa Sila Pertama Pancasila Berbunyi Ketuhanan Yang Maha Esa? Pancasila kicknews. Sebaliknya Ketuhanan Yang Maha Esa adalah Ketuhanan yang berkemanusiaan, yang membangun, memelihara dan mengembangkan persatuan Indonesia, yang berkerakyatan dan berkeadilan sosial. Melalui halaman ini, sobat idschool dapat menyimak sejarah lahirnya pancasila. Sebab itulah alam akan mampu bertahan hidup dan berkembang dengan sendirinya tanpa ada pengawasan serta peran dari Tuhan. (2) Manusia Indonesia percaya dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agamadan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. Sila Ketuhanan yang maha Esa mempunyai makna bahwa segala aspek penyelenggaraan hidup bernegara harus sesuai dengan nilai-nilai yang berasal dari Tuhan. Tuhan Yang Maha Esa dan KeTuhanan. , yaitu Tuhan Yang Maha Kuasa dan Maha Esa adalah kewajiban. Ini adalah pernyataan yang jelas bahwa Indonesia adalah Negara Ketuhanan, negara yang menjunjung tinggi nilai-nilai ketuhanan (civitas dei). PENDIDIKAN PANCASILA 3 BAB II PEMBAHASAN 2. Atas dasar itu inti konsep ketuhanan Yang Maha Esa dalam Islam adalah memerankan ajaran Allah yaitu Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari. Usaha yang dilakukan manusia ini bukanlah untuk menemukan Tuhan secara absolut atau mutlak, namun mencari pertimbangan kemungkinan-kemungkinan bagi manusia untuk sampai pada kebenaran tentang Tuhan. Sila pertama "Ketuhanan Yang Maha Esa" merupakan sila yang menjadi acuan dari sila pertama sampai terakhir yang berati dengan keadaan Indonesia yang memiliki agama mayoritas yaitu agama Islam dituntut untuk mampu diwujudkannya Negara Kesatuan Republik. Ketuhanan Yang Maha Esa Mengandung pengakuan atas keberadaan Tuhan sebagai pencipta alam semesta beserta isinya. Apalagi jaman MODERN sekarang ini, ketika pendiri republik ini (Indonesia) yang baru tahun 1945 mengkonsep PANCASILA dengan sila pertama “Ketuhanan Yang Maha Esa”, itu bukan konsepsi yang asing. Oleh karenanya sebagai manusia yang beriman yaitu meyakini adanya Tuhan yang diwujudkan dalam ketaatan kepada Tuhan Yang Maha Esa yaitu dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Kalau negara berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa itu artinya adalah mengakui bahwa negara mengakui bahwa segala macam yang terhadirkan apa adanya itu adalah manifestasi dari sifat Ke Maha-an Tuhan. demi keadilan berdasarkan ketuhanan yang maha esa Pengadilan Tinggi Medan yang memeriksa dan mengadili perkara- perkara pidana pada peradilan tingkat banding telah menjatuhkan putusan. hal 1 dari 45 hal. Pancasila seperti tercantum dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 merupakan kesatuan yang bulat dan utuh dari kelima sila, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmah Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan,dan Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Sila Pertama Pancasila : Ketuhanan Yang Maha Esa. Warisan tersebut berupa ajaran kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang beraneka ragam. PUTUSAN Nomor 97/PUU-XIV/2016 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA [1. Kesimpulan tentang nilai ketuhanan yang maha esa - 12195723. Selain tidak realistis, sikap seperti itu juga bertentangan dengan sila Ketuhanan Yang Maha Esa dan Kemanusiaan yang adil dan beradab. Yang Maha Esa berarti yang Maha Tunggal, tiada sekutu Esa dalam Zat-nya, Esa dalam sifat-nya, Esa dalam perbuatan-nya. Yang Maha Esa berarti yang Maha tunggal, tiada sekutu, Esa dalam zatNya, Esa dalam sifat-Nya, Esa dalam Perbuatan-Nya, artinya bahwa zat Tuhan tidak terdiri dari zat-zat yang banyak lalu menjadi satu, bahwa sifat Tuhan adalah sempurna, bahwa perbuatan Tuhan tidak dapat disamai oleh siapapun. Mengandung makna adanya sebab pertama yaitu Tuhan Yang Maha Esa. Yang Maha Esa berarti yang Maha tunggal, tiada sekutu, Esa dalam zatNya, Esa dalam sifat-Nya, Esa dalam Perbuatan-Nya, artinya bahwa zat Tuhan tidak terdiri dari zat-zat yang banyak lalu menjadi satu, bahwa sifat Tuhan adalah sempurna, bahwa perbuatan Tuhan tidak dapat disamai oleh siapapun. Tuhan merupakan pencipta seluruh alam semesta ini. Satu dari lima sila dalam Pancasila terdapat prinsip Ketuhanan Yang Maha Esa yang juga telah menjadi dasar negara. Hal ini mengadung arti bahwa proses peradilan di Indonesia dilakukan demi keadilan berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Tetapi sesungguhnya Ketuhanan Yang Maha Esa berarti Sifat-sifat Luhur atau Mulia Tuhan yang mutlak harus ada. Esa menurut al-Quran adalah esa yang sebenar-benarnya esa, yang tidak berasal dari bagian-bagiandan tidak pula dapat dibagi menjadi bagian-bagian. Sila Pertama Pancasila : Ketuhanan Yang Maha Esa. Maka sifatnya ialah Ketuhanan Yang Maha Tiga. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa arti dari Ketuhanan Yang Maha Esa bukanlah berarti Tuhan Yang Hanya Satu, bukan mengacu pada suatu individual yang kita sebut Tuhan Yang jumlahnya satu. kedua pertanyaan ini adalah: 1. Ketuhanan Yang Maha Esa Mengandung pengakuan atas keberadaan Tuhan sebagai pencipta alam semesta beserta isinya. Arti Sila Ketuhanan yang Maha ESA Sila pertama dari Pancasila Dasar Negara NKRI adalah Ketahuan Yang Maha Esa. Dari penjelasan yang disampaikan di atas dapat dikesimpulan bahwa arti dari Ketahuan Yang Maha Esa bukanlah berarti Tuhan Yang Hanya Satu, bukan mengacu pada suatu individual yang kita sebut Tuhan Yang jumlahnya satu. Hormat menghormati dan bekerjasama antar pemeluk agama dan penganut-penganut kepercayaan yang berbeda-beda sehingga terbina kerukunan hidup. Siapakah Tuhan itu? Jawaban kita ialah Pencipta segala yang ada dan semua makhluk. Sila ini memiliki nilai-nilai yang meilputi dan menjiwai keempat sila lainnya. Untuk membuka jalan bagi manusia yang ingin bertemu dengan penciptanya, yaitu Tuhan Yang Maha Esa, ketika mati kelak. Khusus bagian/alinea ke -4 dari pembukaan UUD 1945 adalah merupakan asas pokok Pemebentukan pemerintah Negara Indonesia. Dari penjelasan yang disampaikan di atas dapat dikesimpulan bahwa arti dari Ketuhanan Yang Maha Esa bukanlah berarti Tuhan Yang Hanya Satu, bukan mengacu pada suatu individual yang kita sebut Tuhan Yang jumlahnya satu. Demikian juga agama Buddha meyakini Tuhan YME tidak sama dengan meyakini benua atau hal yang lain. Keiklasan tiada lain adalah kegiatan yang dilakukan semata-mata bertujuan kepada Tuhan YME, yaitu kebenaran mutlak, guna memperoleh persetujuan atau. Di Bali, Beliau juga disebut dengan nama Sang Hyang Aji Saraswati sebagai Hyang-Hyanging Pangaweruh. Hormat menghormati dan bekerja sama antar pemeluk agama dan penganut-penganut kepercayaan yang berbeda-beda sehingga terbina kerukunan hidup. " Ilah yang dituju ayat di atas adalah Allah Swt, yang menurut Ulama' Ilmu Kalam Ilah di sini bermakna al-Ma'bud, artinya satu-satunya yang diibadati/disembah. Wujud Tuhan yang esa merupakan sifat mutlak yang harus diyakini oleh setiap muslim dan muslimat. Secara umum, sila ini menerangkan tentang ketuhanan begitu pun syahadat yang mempunyai makna pengakuan terhadap tuhan yaitu Allah SWT. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa arti dari Ketuhanan Yang Maha Esa bukanlah berarti Tuhan Yang Hanya Satu, bukan mengacu pada suatu individual yang kita sebut Tuhan Yang jumlahnya satu. Dari sudut pandang etis keagamaan, negara berdasar Ketuhanan Yang Maha Esa itu adalah negara yang menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduknya untuk memeluk agama dan beribadat menurut agama dan kepercayaan masing-masing. Dimana ajaran suci itu disebut Bhagavad Gita yang berarti nyanyian suci Tuhan. Selain tidak realistis, sikap seperti itu juga bertentangan dengan sila Ketuhanan Yang Maha Esa dan Kemanusiaan yang adil dan beradab. Tetapi sesungguhnya, Ketuhanan Yang Maha Esa berarti Sifat-sifat Luhur / Mulia Tuhan yang mutlak harus ada. RPH Kota Malang Arti Lambang PD. Pancasila sebagai ajaran falsafah, pancasila mencerminkan nilai-nilaidan pandangan mendasar dan hakiki rakyat Indonesia dalam hubungannya dengan sumber kesemestaan, yakni Tuhan Yang Maha Esa. “Pancasila, satu, Ketuhanan yang Maha Esa,” kata Dutra. Kehidupan NKRI ini tergantung kepada seberapa besar penghargaan warga Negara terhadap Pancasila, baik dari segi pengkajian dan pegamalan Pancasila itu sendiri dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kalimat pada sila pertama ini tidak lain menggunakan istilah dalam bahasa Sansekerta ataupun bahasa Pali. Dalam pernyataan tersebut terdapat konsep Ketuhanan yang bersifat monotheisme transendent danimmanent. Pada masa Islam lahir, konsepsi bahwa Tuhan itu ESA, sudah bukan barang baru. Apakah ateis dilarang hidup dan tinggal di Indonesia karena sila pertama Pancasila yang mengatakan "Ketuhanan Yang Maha Esa"? Apakah Pancasila bisa disebut sebagai ideologi? Dengan semakin banyaknya orang yang memilih menjadi ateis, apakah ini berarti Pancasila sudah tidak relevan lagi?. Tuhan Yang Maha Esa, yang menjadi sebab adanya manusia dan alam semesta serta segala hidup dan kehidupan di dalamnya. Lalu diganti bunyinya menjadi Ketuhanan Yg Maha Esa. Yang maha Esa berarti yang maha tunggal, tiada sekutu, Esa dalam zatnya, Esa dalam sifatnya, Esa dalam perbuatannya. Bagi orang yang menganut agama tertentu (terutama agama Islam, Kristen, Yahudi), akan menambahkan pendekatan wahyu di dalam usaha memikirkannya. Yang Maha Esa berarti Maha Tunggal, tiada sekutu bagi-Nya, Esa dalam zat-Nya, dalam sifat-Nya maupun dalam perbuatan-Nya. Simposium Pembaharuan Hukum Perdata Nasional, 21 Desember, 1981, diJogyakarta. Dalam sila ini, terkandung nilai bahwa negara yang didirikan adalah pengejawatahan tujuan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. Budinurani manusia 3. Oleh karena itu, kita selalu mehargai sesama, berlaku sopan kepada orang lain dan hormat kepada orang yang lebih tua. Para pendiri bangsa terus berdebat mengenai Ketuhanan dan kehidupan bernegara sampai pada akhirnya tercetuslah sila pertama “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Kemanusiaan yang adil dan beradab 3. Sifat Ketuhanan Yang berhubungan dengan kesejatian atau dalam tradisi spiritual adalah realitas sejati. Tuhan merupakan pencipta seluruh alam semesta ini. Jika para tokoh Islam di Indonesia memahami makna sila pertama dengan Tauhid, tentu ada baiknya para politisi Muslim seperti Aburizal Bakrie dan sebagainya berani menegaskan, bahwa tafsir Ketuhanan Yang Maha Esa yang tepat adalah bermakna Tauhid. ” dapat selesai seperti waktu yang telah kami rencanakan. Memahami ke-Esa-an Tuhan Bangsa Indonesia yang berdasar Pancasila terbentuk dengan kekayaan budaya, bahasa, suku, serta agama/kepercayaan. Indonesia, yang berkerakyatan dan berkeadilan sosial. Tiada agama yang tidak mengajarkan moral, namun bukan berarti orang tidak beragama juga tidak bermoral. Sehingga, negara yang berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa berarti negara mengakui setiap orang mempercayai keberadaan Tuhan-nya sesuai apa yang di-imani. Demi Keadilan Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa”, kalimat tersebut selalu diucapkan hakim ketika membacakan amar putusan perkara. Karena itulah sampai detik ini bunyi sila pertama adalah “ketuhanan yang maha esa” yang berarti bahwa Pancasila mengakui dan menyakralkan keberadaan Agama, tidak hanya Islam namun termasuk juga Kristen, Katolik, Budha dan Hindu sebagai agama resmi negara pada saat itu. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Komisi Pengawas Persaingan Usaha Republik Indonesia selanjutnya disebut Komisi yang memeriksa dugaan pelanggaran terhadap Undang-undang No. Dalam sila Ketuhanan Yang Maha Esa terkandung nilai bahwa negara yang didirikan adalah sebagai pengenjawantahan tujuan manusia sebagai mahkluk Tuhan Yang Maha Esa. Kata Tuhan kemudian dimaknai sebagai Tuhan Yang Maha Esa, yang dengan baik menunjukkan kepercayaan monoteisme, yang percaya pada satu Tuhan. Yang Maha Esa berarti yang Maha tunggal, tiada sekutu, Esa dalam zatNya, Esa dalam sifat-Nya, Esa dalam Perbuatan-Nya, artinya bahwa zat Tuhan tidak terdiri dari zat-zat yang banyak lalu menjadi satu, bahwa sifat Tuhan adalah sempurna, bahwa perbuatan Tuhan tidak dapat disamai oleh siapapun. MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA [1. Pendidikan pancasila mengarah perhatian pada moral yang diharap dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu perilaku yang memancarkan iman dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dalam masyarakat yang terdiri atas golongan agama, perilaku yang bersifat kemanusiaan yang adil dan beradab, perilaku kebudayaan, dan beraneka ragam kepentingan. Penghilangan anak kalimat itu dilakukan berdasar pertimbangan bahwa suatu pernyataan pokok mengenai seluruh bangsa sebaiknya tidak ditempatkan suatu hal yang hanya mengenai sebagian rakyat Indonesia, sekalipun bagian yang terbesar. Dalam Sila Ketuhanan Yang Maha Esa terkandung nilai religius, antara lain : a. Kata iman berasal dari bahasa Arab, yaitu amina-yukminu-imanan, yang secara ethimologi berarti yakin atau percaya. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa Bangsa Indonesia percaya dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kemanusiaan yang adil dan beradab 3. Demikian juga agama Buddha meyakini Tuhan YME tidak sama dengan meyakini benua atau hal yang lain. ID – Lajnah Tanfidziyah Majelis Mujahidin menantang untuk diadakan Debat Intelektual secara terbuka dan konstitusional, terhadap siapa saja yang tidak setuju, khususnya pihak-pihak yang merasa berkeberatan terhadap pernyataan bahwa, “hanya Islam yang memiliki konsep Ketuhanan Yang Maha Esa” sebagaimana dimaksud dalam sila pertama Pancasila. MAKNA SILA KE TUHANAN YANG MAHA ESA 1. Nilai ketuhanan Yang Maha Esa Mengandung arti adanya pengakuan dan keyakinan bangsa terhadap adanya Tuhan sebagai pencipta alam semesta. Dalam ajaran Budha ada istilah Tathagatagarbha, Dharmakaya dan Abadi buddha. Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia. Berdasarkan sila tersebutlah Indonesia bukanlah negara yang terpisah dari agama, tetapi juga tidak menyatu dengan agama. Percaya dan Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. Tuhan merupakan pencipta seluruh alam semesta ini. Karena, sejak awal pembentukan bangsa ini, bahwa negara Indonesia berdasarkan atas Ketuhanan. Yang Maha Esa berarti yang Maha tunggal, tiada sekutu, Esa dalam zat-Nya, Esa dalam sifat-Nya, Esa dalam Perbuatan-Nya, artinya bahwa zat Tuhan tidak terdiri dari zat-zat yang banyak lalu menjadi satu, bahwa sifat Tuhan adalah sempurna, bahwa perbuatan Tuhan tidak dapat disamai oleh siapapun. Frasa Ketuhanan Yang Maha Esa bukan berarti warga Indonesia harus memiliki agama monoteis namun frasa ini menekan ke-Esaan dalam beragama. Berkaitan dengan hubungan antar umat beragama menurut Pancasila, dalam rangka menciptakan kerukunan antar umat beragama dan berkepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dalam masyarakat, dalam kenyataannya apa yang dicita-citakan itu tidak selalu berjalan mulus seperti yang dicita-citakan. Ketuhanan Yang Maha Esa 2. 56 / Desy Puspita / 0 komentar / Agama Islam Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Berbagi ke Twitter Berbagi ke Facebook. (2) Mengakui persamaan derajad, persamaan hak dan kewajiban asasi setiap manusia, tanpa membeda-bedakan suku, keturrunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya. Tetapi sesungguhnya, Ketuhanan Yang Maha Esa berarti Sifat-sifat Luhur / Mulia Tuhan yang mutlak harus ada. Sehingga, negara yang berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa berarti negara mengakui setiap orang mempercayai keberadaan Tuhan-nya sesuai apa yang di-imani. Yang Maha Esa berarti Maha Tunggal, tiada sekutu bagiNya, Esa dalam zatNya, dalam sifatNya maupun dalam perbuatanNya. "Yang Maha Esa", berarti Yang Maha satu atau Yang Maha Tunggal dan tidak ada tara-Nya, tidak ada yang menyamaiNya. Keesaan dzat mengandung pengertian bahwa seseorang harus percaya bahwa Allah SWT tidak mengandung unsur-unsur atau bagian-bagian. Asas Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai asas fundamental dalam kesemestaan, dijadikan pula asas fundamental kenegaraan. Pemersatuan indonesia titik tekannya adalah DI DALAM KEBHINNEKAAN. 3 Ketuhanan Yang Maha Esa 4 Pasal 29 ( 2) Negara menjamin kebebasan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan beribadah menurut agamanya dan kepercayaanya. Aktualisasi pancasila dan ketuhanan yang maha esa tersebut berarti memakai pancasila dan pengamalan berdasar kepada ketuhanan yang maha esa untuk diterapkan dalam setiap pengambilan keputusan. ” Ilah yang dituju ayat di atas adalah Allah Swt, yang menurut Ulama’ Ilmu Kalam Ilah di sini bermakna al-Ma’bud, artinya satu-satunya yang diibadati/disembah. Nilai Ketuhanan Nilai Ketuhanan berarti memiliki keyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang menciptakan alam semesta ini. Hormat menghormati dan bekerja sama antar pemeluk agama dan penganut-penganut kepercayaan yang berbeda-beda sehingga terbina kerukunan hidup. Jadi yang ditekankan pada sila pertama dari Pancasila ini adalah sifat-sifat luhur atau mulia, bukan Tuhannya. Soekarno itu diberi nama Pancasila, atas usul seorang ahli bahasa. Dasar keyakinan kemahakuasaan Tuhan Yang Maha Esa 3. Sila ke-1 kan bunyinya KeTuhanan YangMaha Esa tapi kok agama2 Kristen yang Tuhannya ada 3, Tuhan bapa, Tuhan putra, sama Tuhan Roh (CMIIW) boleh yah ada di Indonesia?Kok Tuhannya ada 3 sih Lalu juga agama2 lain kaya Budha dan Hindu juga kan kl ga salah dewanya banyak berarti bukan Tuhan Yang Maha. Kemudian ditafisirkan lagi menjadi "Menyembah Tuhan yang satu" Makanya kemudian ada orang yg bisa-bisanya bilang: Yangg merasa bertuhankan bukan Tuhan Yang Maha Esa, silahkan OUT dari bumi Nusantara. Duhai para Bhikkhu, apabila Tidak ada Yang Tidak Dilahirkan, Yang Tidak Menjelma, Yang Tidak Diciptakan, Yang Mutlak, maka tidak akan mungkin kita dapat. Manusia Indonesia percaya dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. "Tidak ada istilah NKRI bersyariah bukan berarti kita anti syariah Islam, tidak. Menurut buku tersebut, arti kata Tuhan ada hubungannya dengan kata Melayu tuan yang berarti atasan/penguasa/pemilik. 3 Ketuhanan Yang Maha Esa 4 Pasal 29 ( 2) Negara menjamin kebebasan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan beribadah menurut agamanya dan kepercayaanya. Ketuhanan berasal dari kata Tuhan, ialah Allah, pencipta segala yang ada dan semua mahluk. Makna sila ini adalah: * Percaya dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. Usulnya sebenarnya tidak hanya 1 melainkan 3 buah usulan calon dasar Negara yaitu 5 prinsip, 3 prinsip dan 1 prinsip. Sebelumnya, Sandiaga Salahuddin Uno berkomitmen untuk melepas saham bir yang dimiliki Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, setelah dia bersama Calon Gubernur DKI. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa arti dari Ketuhanan yang Maha Esa bukanlah berarti Tuhan yang hanya Satu, tetapi Sifat-sifat luhur/mulia Tuhan yang mutlak harus ada, sekali lagi bukan Tuhannya. Ketuhanan Yang Maha Esa Adapuin trisila ini masih diperas lagi menjadi Eka Sila atau satu sila yang intinya adalah gotong royong. Sila ini merupakan suatu bentuk pengakuan atas kuasa Tuhan yang Esa dan berarti bahwa manusia wajib beriman dan beribadah. Tag: Sila Ketuhanan Yang Maha Esa. Karena Tuhan yang paling sempurna maka manusia tidaklah sempurna. by Redaksi kicknews. ” “Istilah ini hidup di kalangan agama Buddha aliran Svabhavavak yang ada di Nepal. Yang Maha Esa berarti yang Maha tunggal, tiada sekutu, Esa dalam zatNya, Esa dalam sifat-Nya, Esa dalam Perbuatan-Nya, artinya bahwa zat Tuhan tidak terdiri dari zat-zat yang banyak lalu menjadi satu, bahwa sifat Tuhan adalah sempurna, bahwa perbuatan Tuhan. dapat selesai seperti waktu yang telah kami rencanakan. Segala tindakannya, perbuatannya bersifat Ketuhanan, dan ditujukan semata-mata kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dalam ajaran Islam, Ketuhanan Yang Maha Esa adalah ketauhidan. * Hormat dan menghormati serta bekerjasama antara pemeluk agama dan penganut-penganut kepercayaan yang berbeda-beda sehingga terbina kerukunan hidup. Kebenaran dan keadilan bagi bangsa Indonesia. Maka sifat Tuhan kami adalah Ketuhanan Yang Maha Esa. Semua rakyat Indonesia ber-Ketuhanan Yang Maha Esa dapat disimpulkan bahwa sebagian yang bukan rakyat indonesia ber-Ketuhanan Yang Maha Esa. Sebagai Maha Pencipta, kekuasaan Tuhan tidaklah terbatas, sedangkan selainNya adalah terbatas. Sila pertamanya ialah Ketuhanan Yang Maha Esa. Esa adalah demikian adanya. Ngubadul atau Molah, berarti menghapus segala tindakan yang bersifat keduniawia. Itu menunjukkan kewajiban hakim,dalam menegakkan keadilan yang dipertanggungjawabkan secara horizontal kepada sesama manusia dan vertikal kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sila Ketuhanan yang maha Esa mempunyai makna bahwa segala aspek penyelenggaraan hidup bernegara harus sesuai dengan nilai-nilai yang berasal dari Tuhan. Dalam argumentasi mas Eggi, yang namanya batang tubuh dengan pembukaan tidak boleh terpisah-pisah atau berlawanan. Di dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah: 163 menegaskan, “Dan Tuhanmu, Tuhan Yang Maha Esa, tidak ada Tuhan selain Dia yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Tetapi sesungguhnya, Ketuhanan Yang Maha Esa berarti Sifat-sifat Luhur / Mulia Tuhan yang mutlak harus ada. Contoh Perbuatan yang Mencerminkan Sila Pertama Pancasila ( Ketuhanan Yang Maha Esa ) 1. Manusia adalah mahluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna setingkat di bawah Dia. Nama ini terdiri dari dua kata Sanksekerta, yaitu Panca yang berarti lima dan Sila yang berarti prinsip atau asas. Tuhan Yang Maha Esa di dalam Veda digambarkan sebagai Personal God, dapat dibagi menjadi tga kategori: 1. Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain. Perkataan Ketuhanan berasal dari Tuhan. Konsep Ketuhanan yang Maha Esa, menurut pemikiran manusia, berbeda dengan konsep Ketuhanan Yang Maha Esa menurut ajaran Islam. "Dengan perasaan yang tenang," ujarnya kepada hukumonline. Dalam perkembangan selanjutnya pancasila tetap tercantum dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang susunan sila-silanya sebagai berikut : 1. Mengapa ada kata Ketuhanan Yang Maha ESA dalam sila Pertama? itu tidak berarti satu ? Kalau Tuhan itu SATU maka artinya Tuhan bisa didefinisikan dengan akal. Pancasila sila pertama yang berbunyi Ketuhanan Yang Maha Esa berarti bahwa negara mengakui adanya Tuhan. Wujud Tuhan yang esa merupakan sifat mutlak yang harus diyakini oleh setiap muslim dan muslimat. Saya masih ingat lima tahun yang lalu bertanya kepada seorang dosen: "Pak, bagaimana mungkin Indonesia tidak menjadi negara Islam jika sila pertama saja berbunyi Ketuhanan yang Maha Esa? Bukankah esa itu berarti tunggal, satu, sementara agama yang Tuhannya satu ya cuma Islam?" Saya menyampaikan beberapa hal persis apa yang disampaikan Pak. Nilai yang terkandung pada Pancasila. 1] Yang mengadili perkara konstitusi pada tingkat pertama dan terakhir,. Diharapkan melalui pembahasan sila Ketuhanan Yang Maha Esa ini, akan terwujud generasi-generasi penerus Bangsa Indonesia yang menjunjung nilai-nilai KeTuhanan dan. Yang Maha Esa berarti Maha Tunggal, tiada sekutu bagiNya, Esa dalam zatNya, dalam sifatNya maupun dalam perbuatanNya. Percaya dan Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. Tuhan Yang Maha Esa dan Ketuhanan 1. Maka sifatnya ialah Ketuhanan Yang Maha Tiga. Yang Maha Esa berarti yang Maha tunggal, tiada sekutu, Esa dalam zat-Nya, Esa dalam sifat-Nya, Esa dalam Perbuatan-Nya, artinya bahwa zat Tuhan tidak terdiri dari zat-zat yang banyak lalu menjadi satu, bahwa sifat Tuhan adalah sempurna, bahwa perbuatan Tuhan tidak dapat disamai oleh siapapun. Inti sila keTuhanan Yang Maha Esa adalah kesesuaian sifat-sifat dan hakikat Negara dengan hakikat Tuhan. JAKARTA (Arrahmah. Yang Maha Esa berarti Maha Tunggal, tiada sekutu bagiNya, Esa dalam zatNya, dalam sifatNya maupun dalam perbuatanNya. Sila ini merupakan suatu bentuk pengakuan atas kuasa Tuhan yang Esa dan berarti bahwa manusia wajib beriman dan beribadah. Demokrasi yang berketuhanan yang maha esa berarti sistem penyelenggaraan negara harus taat, konsisten dan sesuai dengan nilai juga kaidah dasar ketuhanan yang maha esa. Dari penjelasan yang telah disampaikan di atas dapat di tarik kesimpulan bahwa arti dari Ketuhanan Yang Maha Esa bukanlah berarti Tuhan Yang Hanya Satu, bukan mengacu pada suatu individual yang kita sebut Tuhan yang jumlahnya satu. Nasionalisme Indonesia mengatasi paham golongan, suku bangsa serta keturunan. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Oleh sebab itu seseorang manusia merdeka ialah yang ber-ketuhanan Yang Maha Esa. Sedangkan dalam Islam sendiri Esa itu tunggal/satu-satunya. Dimana ajaran suci itu disebut Bhagavad Gita yang berarti nyanyian suci Tuhan. Kesimpulan yang didapat astrofisika saat ini adalah bahwa keseluruhan alam semesta, beserta dimensi materi dan waktu, muncul menjadi ada sebagai hasil dari suatu ledakan raksasa yang tejadi dalam sekejap. Ketuhanan Yang Maha Esa dalam Agama Buddha Oleh : Corneles Wowor, M. Sila Pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa; menuntut setiap warga negara mengakui Tuhan Yang Maha Esa sebagai pencipta dan tujuan akhir, baik dalam hati dan tutur kata maupun dalam tingkah laku sehari-hari. Dari bunyi pasal 29 ayat 1 telah di jelaskan bahwa ideologi awal dasar negara indonesia ini adalah Ketuhanan yang Maha Esa, Ini berarti bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang beketuhanan,dan kemerdekaan Indonesia tidak terlepas dari kepercayaan terhadap tuhan yang maha esa. Segala tindakannya, perbuatannya bersifat Ketuhanan, dan ditujukan semata-mata kepada Tuhan Yang Maha Esa. Untuk membuka jalan bagi manusia yang ingin bertemu dengan penciptanya, yaitu Tuhan Yang Maha Esa, ketika mati kelak. Dari penjelasan yang disampaikan di atas dapat dikesimpulan bahwa arti dari Ketuhanan Yang Maha Esa bukanlah berarti Tuhan Yang Hanya Satu, bukan mengacu pada suatu individual yang kita sebut Tuhan Yang jumlahnya satu. Dari penjelasan yang disampaikan di atas dapat dikesimpulan bahwa arti dari Ketuhanan Yang Maha Esa bukanlah berarti Tuhan Yang Hanya Satu, bukan mengacu pada suatu individual yang kita sebut Tuhan atau nominalisasi Tuhan sebagai entitas yang terhitung bilangan satu. Menjamin penduduk untuk memeluk agama masing-masing dan beribadah menurut agamanya. Ilmu yang mempelajari tentang tauhid disebtu ilmu Tauhid ( Ilmu Tentang Kemahaesaan Tuhan ). Kedua, peranan Pancasila sila pertama “Ketuhanan Yang Maha Esa” menurut perspektif Islam dalam mewujudkan NKRI. Pancasila sila pertama yang berbunyi Ketuhanan Yang Maha Esa berarti bahwa negara mengakui adanya Tuhan. Indonesia, yang berkerakyatan dan berkeadilan sosial. Tapi, kita sebagai umat Islam sejati, harus mempercayai bahwa Tuhan itu Maha Esa, Tuhan tidak membutuhkan yang lainnya, dan Tuhan yang haq hanyalah Allah, dan kita harus mengetahui bahwasanya Allah juga mempunyai nama-nama agung yang lainnya. Tidak ada causa prima (sebab pertama), yang ada yaitu sebab terdekat (contoh : misalnya mencari asal mula pisang goring). Kalimat pada sila pertama ini tidak lain menggunakan istilah dalam bahasa Sansekerta ataupun bahasa Pali. Oleh karena sebagai dasar negara maka sila tersebut merupakan sumber nilai, dan sumber norma dalam setiap aspek penyelenggaraan negara, baik yang bersifat material maupun spiritual. Karena materi tentang Tuhan yang Maha Esa dan Ketuhanan adalah hal yang paling penting untuk menjadi seorang Muslim yang sejati atau Muslim yang menjadi benar-benar seorang yang sangat beriman dan bertaqwa, oleh karena itu materi ini sangat bermanfaat untuk kita semua agar menjadi manusia yang dulunya tersesat dalam dunia yang sangat fana ini menjadi manusia yang insya allah menjadi manusia. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Tiap persepsi jiwa memiliki kebenaran tersendiri yang tidak dapat dielakan. Ketuhanan yang berkebudayaan ; Selanjutnya beliau mengusulkan kelima sila dapat diperas menjadi Tri Sila yaitu Sosio Nasional (Nasionalisme dan Internasionalisme), Sosio Demokrasi (Demokrasi dengan Kesejahteraan Rakyat), Ketuhanan yang Maha Esa. Sehingga penulisan makalah ini dapat diselesaikan dengan baik dan lancar. 2) Sila "Ketuhanan Yang Maha Esa" sebaga dasar negara RI menurut pasal 29 ayat 1 UUD 1945, yang menjiwai sila lain, mencerminkan tauhid menurut pengertian keimanan dalam Islam. Menjiwai ke Empat Sila Lainnya dan terkandung nilai bahwa Negara yang didirikan adalah sebagai pengejawantahan tujuan manusia sebagai mahluk Tuhan Yang Esa ,oleh karena itu segala yang berkaitan dalam pelaksanaan dan penyelenggaraan Negara bahkan moral Negara, Moral penyelenggara Negara, kebebasan dan hak warga Negara harus dijiwai nilai-nilai KeTuhanan Yang. (Adiputra,1984: 85). PUTUSAN Nomor 77/PUU-IX/2011 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA [1. PENDAHULUAN Perkataan Ketuhanan berasal dari Tuhan. 1] Yang mengadili perkara konstitusi pada tingkat pertama dan terakhir,. "Tidak ada istilah NKRI bersyariah bukan berarti kita anti. Hubungan Negara, Agama dan Pancasila sudah tertulis dalam UUD 1945 “Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa” [Pasal 29 ayat (1) UUD 1945] serta penempatan “Ketuhanan Yang Maha Esa” sebagai sila pertama dalam Pancasila mempunyai beberapa makna, yaitu: Pertama, Pancasila lahir dalam suasana kebatinan untuk melawan kolonialisme dan imperialisme, sehingga diperlukan persatuan dan. Kata Kunci : Sila Pertama "Ketuhanan Yang Maha Esa", Perspektif Islam, NKRI. Katakanlah: “Allah adalah Pencipta segala sesuatu dan Dia-lah Tuhan yang Maha Esa lagi Maha Perkasa. Di dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah: 163 menegaskan, “Dan Tuhanmu, Tuhan Yang Maha Esa, tidak ada Tuhan selain Dia yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Untuk mewujudkannya, perlu adanya pemahaman yang utuh dan menyeluruh terhadap Pancasila dan sila-sila yang terkandung di dalamnya. Tetapi sesungguhnya, Ketuhanan Yang Maha Esa berarti Sifat-sifat Luhur / Mulia Tuhan yang mutlak harus ada. Demikian juga konsep Ketuhanan dalam Agama Hindupun menunjukkan ajaran yang monistis, yaitu menganggap segala sesuatu itu berasal dari Tuhan dan dianggap sama dengan Tuhan. Frasa Ketuhanan Yang Maha Esa bukan berarti warga Indonesia harus memiliki agama monoteis, namun frasa ini menekankan ke-Esa-an dalam beragama. Tuhan Yang Maha Esa dan Ketuhanan 1. Konsep ketuhanan dalam Islam digolongkan menjadi dua: konsep ketuhanan yang berdasar Al-Quran dan hadis secara harafiah dengan sedikit spekulasi sehingga banyak pakar ulama bidang akidah yang menyepakatinya, dan konsep ketuhanan yang bersifat spekulasi berdasarkan penafsiran mandalam yang bersifat spekulatif, filosofis, bahkan mistis. Segala tindakannya, perbuatannya bersifat Ketuhanan, dan ditujukan semata-mata kepada Tuhan Yang Maha Esa. Ungkapan di atas adalah pernyataandari sang Buddha yang terdapat dalam sutta pitaka, udana VIII : 3, yang merupakan konsep ketuhanan yang maha esa dalam agama Buddha. 1320 K/Pid. Ketuhanan Yang Maha Esa, Katanya. Kemanusiaan yang adil dan beradab Hal ini menempatkan Pancasila sebagai dasar negara yang berarti melaksanakan nilai-nilai Pancasila. Esa adalah demikian adanya. Akan tetapi karena masing-masing unsur mempunyai hubungan yang organis, maka sila yang di atas menjiwai sila yang berada di bawahnya Misalnya, sila Ketuhanan Yang Maha Esa menjiwai dan meliputi sila ke dua, ke tiga, ke empat, ke lima. Menjalankan ibadah sesuai agama yang dipercayai. Soekarno (1 Juni 1945). Kebenaran 4. Kebenaran dan keadilan bagi bangsa Indonesia. Ketuhanan Yang Maha Esa Dalam sila Ketuhanan Yang Maha Esa terkandung nilai bahwa negara yang didirikan dalam pelaksanaan dan penyelenggaraannya harus dijiwai nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa, di Indonesia terdapat 6 agama yang telah diakui diantaranya Islam, Kristen, Katolik, Budha, Hindu, dan Konghucu. Kita kaum Muslimin dalan negara ini tidaklah akan meminta pula supaya bunyi Undang-Undang Dasar "Negara berdasar Ketuhanan Yang Maha Esa", ditukar dengan "Negara Percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa". Dikatakan sempurna karena manusia diciptakan dalam satu wujud nyata yang terdiri dari sembilan wujud maya. b/2013/ptr demi keadilan berdasarkan ketuhanan yang maha esa. Ia tidak dapat didampingi atau disejajarkan dengan yang lain. Tapi, kita sebagai umat Islam sejati, harus mempercayai bahwa Tuhan itu Maha Esa, Tuhan tidak membutuhkan yang lainnya, dan Tuhan yang haq hanyalah Allah, dan kita harus mengetahui bahwasanya Allah juga mempunyai nama-nama agung yang lainnya. Manusia yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa akan senantiasa berusaha melaksanakan segala perintah dan menjauhi larangan Tuhan Yang Maha Esa. 1 dari 19 hal. Secara umum, sila ini menerangkan tentang ketuhanan begitu pun syahadat yang mempunyai makna pengakuan terhadap tuhan yaitu Allah SWT. Maha dan Esa adalah kata untuk menjelaskan Sifat Kesejatian itu sendiri. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Agama Bandung yang memeriksa dan mengadili perkara perdata pada tingkat banding dalam persidangan majelis, telah menjatuhkan putusan dalam perkara Cerai Talak antara : Pembanding, umur 30 tahun, agama Islam, pekerjaan Karyawan Swasta,. Karena Tuhan adalah pencipta alam semesta beserta segala isinya baik benda mati maupun benda hidup. "Waras ngga’ ya, negara yang berdasarkan Ketuhanan yang Maha Esa ko’ mau mengahapus pendidikan agama di sekolah. Kalimat pada sila pertama ini tidak lain menggunakan istilah dalam bahasa Sansekerta ataupun bahasa Pali. Ini berarti bahwa sila-sila lain dalam Pancasila harus bermuatan Ketuhanan Yang Maha Esa dan sebaliknya Ketuhanan Yang Maha Esa harus mampu mengejewantah dalam soal kebangsaan (persatuan), keadilan, kemanusiaan, dan kerakyatan. Kalau negara berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa itu artinya adalah mengakui bahwa negara mengakui bahwa segala macam yang terhadirkan apa adanya itu adalah manifestasi dari sifat Ke Maha-an Tuhan. Konsep Ketuhanan Dalam Islam Allah Maha Esa dalam Zat-nya Ini dapat diartikan bahwa Allah tidak sama dan tidak dapat dibandingkan dengan apapun yang kita kenal, yang menurut ilmu kimia terjadi dari susunan atom, molekul, unsur berbentuk yang takluk kepada ruang dan waktu yang dapat ditangkap oleh paca indra manusia. Dengan keyakinan terhadap Tuhan maka manusia akan dapat memperkecil bahkan menghilangkan rasa egoisme yang sering menyesatkan hidupnya. Jadi, kalau negara kita mengatakan Ketuhanan Yang Maha Esa, berarti secara tidak langsung hanya mengakui agama Islam sebab hanya Islam yang jelas-jelas mengakui adanya satu Tuhan. Setiap pemeluk agama yang sadar, percaya akan adanya Tuhan Yang Maha Esa. Karena itulah sampai detik ini bunyi sila pertama adalah “ketuhanan yang maha esa” yang berarti bahwa Pancasila mengakui dan menyakralkan keberadaan Agama, tidak hanya Islam namun termasuk juga Kristen, Katolik, Budha dan Hindu sebagai agama resmi negara pada saat itu 2.